Aktivitas Rekam Medis adalah serangkaian proses yang mencakup pencatatan, penyimpanan, serta pengelolaan data pasien pada fasilitas kesehatan. Dengan adanya aktivitas ini, tenaga medis dapat mengakses informasi pasien dengan lebih mudah, mempercepat diagnosis, serta meningkatkan koordinasi antar unit layanan kesehatan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, terdapat delapan aktivitas utama dalam sistem rekam medis. Aktivitas - aktivitas ini memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan.
Lantas, apa saja 8 aktivitas rekam medis berdasarkan permenkes Nomor 24 Tahun 2022? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Sudahkah Fasilitas Kesehatan Anda Menerapkan 8 Aktivitas Rekam Medis Ini?
Dalam sistem rekam medis, terdapat 8 aktivitas utama yang harus dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, berikut selengkapnya:
1. Registrasi Pasien
Mencatat data identitas pasien saat pertama kali berkunjung.
2. Pendistribusian Data Rekam Medis
Mengelola akses dan membagikan informasi rekam medis hanya kepada tenaga kesehatan yang berwenang.
3. Pengisian Informasi Klinis
Mencatat riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan, diagnosis, dan rencana perawatan pasien.
4. Pengolahan Informasi Rekam Medis
Mengelola dan menganalisis data medis untuk mendukung pengambilan keputusan klinis.
5. Penginputan Data untuk Klaim Pembiayaan
Memasukkan data medis yang dibutuhkan untuk klaim pembiayaan layanan kesehatan.
6. Penyimpanan Rekam Medis
Menyimpan data dengan aman untuk menjaga kerahasiaan pasien
7. .Penjaminan Mutu Rekam Medis
Memastikan kelengkapan, akurasi, dan keamanan data medis melalui kontrol kualitas.
8. Transfer Isi RME
Memindahkan data pasien ke fasilitas kesehatan lain sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku.
Dengan menerapkan 8 aktivitas utama rekam medis sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Sudahkah fasilitas kesehatan Anda menerapkan sistem rekam medis secara optimal?